Senin, 11 November 2013

Artikel Deduktif

Artikel Lingkungan Hidup

Hubungan Lingkungan Hidup dengan Pembangunan
Peningkatan usaha pembangungn, maka akan terjadi pula peningkatan penggunaan sumber daya untk menyokong pembangunan dan timbulnya permasalahan-permasalahan dalam lingkungan hidup manusia. (Silogisme kategorial).
Dalam pembangunan, sumber alam merupakan kompnen yan gpenting karena sumber alam ini memberikan kebutuhan asasi bagi kehidupan. Dalam penggunaan sumebr alam tadi, hendaknya keseimbangan ekosistem proyek pembangunan, keseimbangan ini bisa terganggu, yang kadang-kadang bisa membahayakan kehidupan umat.
Harus dicari jalan keluar yang saling menguntungkan dalam hubungan timbal balik antara proses pembangunan, penggalian sumber daya, dan masala pengotoran atau perusakan lingkunga hidup manusia. Sebab pada umumnya, proses pembangunan mempunyai akibat-akibat yang lebih luas terhadap lingkungan hidup manusia, baik akibat langsung maupun akibat sampingan seperti pengurangan sumber kekayaan alam secara kuantitatif & kualitatif, pencemaran biologis, pencemaran kimiawi, gangguan fisik dan gangguan sosial budaya.
Kerugian-kerugian dan perubahan-perbahan terhadap lingkungan perlu diperhitungkan, dengan keuntungan yang diperkirakan akan diperoleh dari suatu proyek pembangunan. Itulah sebabnya dala setiap usaha pembangunan, ongkos-ongkos sosial untuk menjaga kelestarian lingkungan perlu diperhitungkan, sedapat mungkin tidak memberatkan kepentingan umum masyarakat sebagai konsumen hasil pembangunan tersebut.
beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan-keputusan demikian, antara lain adalah kualitas dan kuantitas sumber kekayaan alam yang diketahui dan diperlukan; akibat-akibat dari pengambilan sumber kekayaan alam termasuk kekayaan hayati dan habisnya deposito kekayaan alam tersebut. Bagaiaman cara pengelolaannya apakah secara traditional atau memakai teknologi modern, termasuk pembiayaannya dan pengaruh proyek pada lingkungan terhadap memburuknya lingkungan serta kemungkinan menghentikan perusakan lingkungan dan menghitung biaya-biaya serta alternatif lainnya.

Artikel Lingkungan Hidup
Hal – hal tersebut di atas hanya merupakan sebagian dari daftar persoalan, atau pertanyaan yang harus dipertimbangkan bertalian dengan setiap proyek pembangunan. Juga sekedar menggambarkan masalah lingkungan yang konkret yang harus dijawab. Setelah ditemukan jawaban yang pasti atas pertanyaan-pertanyaan tadi, maka disusun pedoman-pedoman kerja yang jelas bagi pelbagai kegiatan pebangunan, baik berupa industri atau bidang lain yan gmemperhatikan faktor perlindungan lingkungan hidup manusia.

Jenis Limbah yang menyebabkan Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat.
Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.(silogisme kategorial)
Pencemaran tanah berawal dari limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian

Limbah Domestik
Limbah domestik dapat berasal dari daerah pemukiman penduduk. perdagang-an, pasar, tempat usaha hotel dan lain-lain.
“Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak bisa misalnyalastik, kaleng minuman, botol plastik air mineral dan lain-lain.”
“Limbah cair berupa sisa diterjen dari rumah, tinja,Oli, dan lain-lain yang meresap ke dalam tanah yang dapat membunuh mikro-organisme di dalam tanah.” (Silogisme hipotesis).

Limbah industri
Limbah Industri berasal dari lingkungan industri yang membuang limbah secara langsung ke tanah tanpa proses penetralan zat-zat kimia terlebih dahulu.
“Limbah Industri bisa berupa limbah padat yang bisa berupa Lumpur yang berasal dari sisa pengolahan misalkan sisa pengolahan kertas, gula, rayon, plywood dan lain-lain. (silogisme kategorial)
“Limbah cairan yang berupa hasil pengolahan dari proses produksi industri seperti sisa hasil pengolahan industri pelapisan logam, tembag, perak, khrom, boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam”

Limbah Pertanian
Limbah pertanian berasal dari pemberian pupuk petani untuk tanamanya atau racun untuk pembunuh hama. misalnya pupuk urea, Pestisida.

Sampah dan Upaya Penanggulangannya
Budaya konsumerisme masyarakat saat ini mempunyai andil besar dalam peningkatan jenis dan kualitas sampah. Di Era Globalisasi, para pelaku usaha dan pebisnis bersaing sekeras mungkin untuk memasarkan produknya, tidak hanya itu tapi mereka memiliki strategi bisnis dengan mengemas produknya dengan kemasan yang menarik konsumen. Bervariasinya kemasan produk tersebut menimbulkan peningkatan jenis dan kualitas sampah. Sayangnya desakan menciptakan produk baru beserta kemasannya oleh para pelaku usaha tidak dibarengi dengan memikirkan sistem pengelolaan persampahannya.
Kondisi ini seharusnya memacu berbagai pihak untuk turut memikirkan solusi dari pengelolaan sampah, khususnya pemerintah yang mengatur kebijakan dan para produsen sampah.
Dalam hal ini Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah merumuskan beberapa kegiatan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat Kota Bekasi terkait sistem pengelolaan persampahannya, melalui berbagai kegiatan yang ada seperti Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan Hidup, Pembinaan Eco School, Peringatan Hari-Hari Lingkungan Hidup, Pembersihan Sampah / Gulma di Sungai-Sungai di Kota Bekasi (PROKASIH) dan berbagai kegiatan lainnya yang diharapkan.
Sampah erat kaitanya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampah-sampah tersebut akan hidup berbagai mikro organisme penyebab penyakit (bacteri pathogen), dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebar penyakit (vector). Oleh sebab itu, sampah harus dikelola dengan baik sampai sekecil mungkin tidak mengganggu atau mengancam kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah yang baik, bukan saja untuk kepentingan kesehatan saja, tetapi juga untuk keindahan lingkungan. Yang dimaksud dengan pengelolaan sampah di sini adalah meliputi pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak menjadi gangguan kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup. (silogisme kategorial)
Pengelolaan sampah didefinisikan sebagai kontrol terhadap timbulan sampah, pewadahan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, proses pembuangan akhir sampah, di mana semua hal tersebut dikaitkan dengan prinsip – prinsip terbaik untuk kesehatan, ekonomi, keteknikan/ engineering, konservasi, estetika, lingkungan, juga terhadap sikap atau budaya local masyarakat itu sendiri.

Manfaatkan Sampah di lingkungan Kita
Dalam kehidupan, manusia tidak dapat dilepaskan dari sampah. Setiap hari manusia selalu menghasilkan sampah yang semakin hari semakin banyak jumlahnya (silogisme kategorial). Sampah di perkotaan telah menjadi masalah yang cukup rumit sehingga kadang sulit untuk mengatasinya.
Sampah adalah sisa-sisa barang atau benda yang sudah tak terpakai yang akhirnya dibuang. Sampah di negara kita begitu berlimpah sehingga timbul masalah dalam pembuangannya. Dulu pernah ada kota yang menghadapi persoalan mengenai sampah sampai-sampai di tiap sudut kota ditemukan sampah yang berserakan dan menggunung yang membuat kita terkejut dengan banyaknya sampah yang ada. Sehingga kota tersebut sempat dijuluki kota sampah. Hal itu terjadi akibat terbatasnya tempat untuk pembuangan sampah dan tidak adanya alternatif lain untuk memanfaatkan sampah yang ada. Sampah yang bertumpuk menimbulkan bau tak sedap dan penyakit menular yang berbahaya bagi manusia. Sedangkan di lain tempat banyak orang yang membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai yang akhirnya menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
Sampah dapat digolongkan ke dalam 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik.. Sampah organik adalah sampah yang dapat diolah sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dapat didaur ulang. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk atau sumber energi. Sebagian besar sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga adalah sampah organik (sampah basah) contohnya sampah dari dapur, sisa sayuran, kulit buah dan daun. Sedangkan sampah anorganik contohnya botol kaca, botol plastik, kaleng, dan kertas.
Peningkatan jumlah penduduk yang begitu pesat dan gaya hidup masyarakatnya berpengaruh besar pada volume sampah yang dihasilkan. (Silogisme kategorial). Bila hal ini tidak cepat ditangani akan semakin komplek masalah yang ditimbulkan akibat sampah. Jadi sampah perlu penanganan semua pihak bukan hanya oleh pemerintah saja tetapi kita ikut aktif bertindak terhadap masalah tersebut. Paling tidak kita dapat memanfaatkan sampah dari hasil rumah tangga kita sendiri.
Cara yang dapat dilakukan adalah sebelum membuang sampah pilahlah terlebih dahulu sampah organik dan sampah anorganik. Pemanfaatan sampah organik adalah dengan cara mengumpulkan sampah organik kemudian diolah dengan cara pengomposan. Upaya pengolahan ini akan menghasilkan pupuk sebagai penyubur tanah dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, serangga dan cacing. Bila kita mempunyai lahan/pekarangan yang cukup luas sampah organik dapat dikubur di lahan kosong/pekarangan rumah. Tetapi bila lahan kita terbatas, masukkan sampah sisa rumah tangga berupa sisa sayuran atau daun-daun ke dalam kotak. Kotak ini dapat kita buat demgam ukuran 60x60x20 cm3. Kemudian isi kotak dengan daun, sisa sayuran lalu masukkan beberapa ekor cacing tanah/merah lalu masukkan pula dua genggam tanah. Lakukan hal tersebut setiap hari, sehingga lama kelamaan sampah tersebut berubah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman kita.
Pemanfaatan sampah organik yang lain adalah sampah organik dicampur dengan air kemudian dimasukkan ke dalam tempat yang kedap udara dan dibiarkan selama lebih kurang dua minggu sehingga menghasilkan biogas. Biogas ini dapat dimanfaatkan untuk memasak dengan tingkat polusinya relatif kecil.
Sampah anorganik berupa kaleng bekas dapat dimanfaatkan lagi misalnya untuk pot tanaman, atau diberikan kepada pengumpul barang bekas untuk diolah lagi di pabrik/industri daur ulang begitu pula botol bekas minuman. Untuk sampah kertas/koran dapat diproses menjadi kertas daur ulang. Hancurkan kertas bersama air dengan alat blender kemudian disaring lalu letakkan pada tempat cetakan untuk selanjutnya dikeringkan. Produk kertas ini dapat digunakan untuk berbagai kerajinan tangan (handycraft)
Bila kita aktif melakukan pemanfaatan sampah, sedikit banyak akan berdampak pada lingkungan kita dan yang terpenting kita telah ikut melakukan penghematan baik itu penghematan uang atau penghematan energi.
Dengan 4 contoh Artikel Lingkungan Hidup di atas tentunya kita sudah paham dengan baik tentang Artikel Lingkungan Hidup dan sudah bisa mengerti dengan baik hal-hal yang terjadi pada Lingkungan Hidup di sekitar kita. Dengan Artikel Lingkungan Hidup ini semoga bisa memberikan manfaat bagi kita semua dalam menjaga Lingkungan Hidup di sekitar kita.

sumber :
http://www.artikelbagus.com/2013/07/artikel-lingkungan-hidup.html

Senin, 14 Oktober 2013

Kacang Kedelai


 KATA PENGANTAR

        Puji syukur saya panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkatnya saya dapat menyelesaikan tulisan ilmiah  ‘’Kacang Kedelai’’ ini dengan baik. Tulisan ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan dalam mata kuliah Bahasa Indonesia 2 (softskill) Universitas Gunadarma.
        Saya berharap makalah ini dapat berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai kacang kedelai impor yang saat ini sedang hangat di perbincangkan. Semoga tulisan ini dapat dipahami dan bermanfaat bagi yang membacanya.
        Saya menyadari bahwa penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan baik dari segi isi, penulisan, maupun kata-kata yang digunakan. Saya sangat menyadari bahwa penyusunan tulisan ilmiah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saya mengharapkan kritik atau saran yang membangun dari berbagai pihak.




                                                                                                              Penyusun


                                                                                                                                
                    
                                                                                                                 (Alexandra.T.S)


Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………………………………………… 1
Daftar Isi ……………………………………………………………………………. 2
BAB I
Pendahuluan   
     1.1 Latar Belakang …………………………………………………………. 3
     1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………. 3
     1.3 Tujuan Penulisan ……………………………………………………... 3
BAB II
Kacang Kedelai Impor
    2.1 Penyebab Indonesia masih Ketergantungan dengan Kacang Kedelai Impor………………………………………………………………………………..... 4
    2.2 Bagaimana Cara Mengkatkan Produktivitas Kedelai Lokal yang Masih Rendah …………………………………………................……………………………………. 6
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan ………………………………………………………………….. 7
3.2 Saran ……………………………………………………………………………. 7
Daftar Pustaka …………………………………………………………………… 8






BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
        Kacang kedelai adalah salah satu bahan pokok yang sangat penting bagi rakyat Indonesia, sehingga kebutuhan kedelai di Indonesia sangatlah tinggi.  mencapai 700 – 800 ton/ tahun. Tetapi angka tersebut tidak cukup menampung kebutuhan kedelai bagi rakyat Indonesia. Sehingga Indonesia saat ini masih ketergantungan dengan impor kedelai.

1.2  Rumusan Masalah
     Dari latar belakang diatas dapat ditarik rumusan masalah yaitu:
      1. Penyebab Indonesia masih ketergantungan dengan kacang kedelai impor
      2. Bagaimana cara meningkatkan produktifitas kedelai lokal yang masih rendah

1.3 Tujuan Penulisan
     Tujuan penulisan ini adalah agar kita dapat mengetahui bahwa kacang kedelai yang kita konsumsi masih bergantung dengan kacang kedelai impor.





BAB II
KACANG KEDELAI IMPOR

2.1 Penyebab Indonesia masih Ketergantungan dengan Kacang Kedelai Impor
        Indonesia saat ini masih ketergantungan impor kedelai. Dengan total kebutuhan kedelai sebesar 2,5 juta ton/tahun, sedangkan produksi kedelai di tanah air hanya bisa mencukupi 700-800 ribu ton/tahun. Penyebab kenaikan harga kedelai menjadi salah satu faktor Indonesia ketergantungan impor kedelai. Hal itu juga membuat para pengrajin tahu dan tempe mogok kerja karena harga kedelai yang fluktuatif. Kacang kedelai adalah salah satu bahan pokok yang bisa diolah menjadi tahu, tempe maupun susu kedelai. Sayang sekali bila kedelai – kedelai yang kita gunakan untuk mengolah semua bahan makanan dan minuman tersebut sebagian adalah impor dari luar negeri. 
          Ini adalah beberapa faktor penyebab utama rendahnya produksi kedelai lokal di Indonesia sehingga masih ketergantungan dengan impor kacang kedelai:

1. Luas lahan tanaman kedelai terus berkurang
     Saat ini Indonesia hanya mempunyai 570 hektar lahan yang ditanami kedelai, dengan lahan yang terbatas Indonesia hanya dapat memproduksi kedelai 700  – 800 ton/tahun.  Sedangkan kebutuhan kedelai terus meningkat sehingga perlu adanya perluasan lahan di beberapa tempat diluar lahan yang sudah ditanami kedelai. Salah satu penyebab sulitnya menambah lahan adalah penduduk yang terus bertambah sehingga fungsi lahan itu sendiri berubah dari pertanian menjadi rumah atau industri. Sehingga perluasan lahan tanaman kedelai menjadi terhambat dan tidak berjalan lancar, perlu adanya penyuluhan tentang lahan – lahan yang akan dipakai untuk memperluas penanaman kedelai sehingga penduduk tidak seenaknya membangun rumah atau industri di lahan – lahan pertanian.
     Menurut Kementrian Pertanian (kementan) pengalokasian dana untuk memperluas lahan penanaman kedelai mencapai 800 milyar/ tahun di tanah air yang naik hingga 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.  Menurut Direktur Tanaman Umbi dan Kacang Ditjen Tanaman Pangan Kementan Maman Suherman mengatakan, bahwa total luas lahan kedelai nasional saat ini 700-800 ribu hektare.
Sentra produksi kedelai di Indonesia tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Yogyakarta.   Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi kedelai 1,5 juta ton dengan anggaran yang sediakan Rp 800 miliar.

2. Harga Kedelai Lokal Rendah
     Harga kedelai lokal saat panen cukup rendah. Hal ini membuat para petani enggan menanam kedelai lokal. Karena harga di pasaran tidak memberi keuntungan kepada para petani, sehingga para petani lebih memilih menanam padi atau jagung ketimbang kedelai. Salah satu faktor yang membuat harga kedelai lokal rendah adalah harga pupuk yang tinggi, tingginya harga pupuk membuat petani tidak beruntung dalam produksi kedelai. Petani lebih memilih menanam tanaman lain yang memberikan untung banyak. Akibatnya produksi kedelai nasional selalu merosot dari tahun ke tahun. . Meski harga jual tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Namun, dinilai masih rendah dibanding kenaikan harga kedelai:
·        Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai tahun 2013, harga yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan adalah Rp 7.000/kg.
·        Harga kedelai basah yang masih ada kulitnya dijual ke tengkulak Rp 3.000 pr kilogram.
·         Harga tersebut memang mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sebesar Rp 2.000 per kilogram.
·        Sedangkan untuk kedelai kering yang sudah dikupas harga jual Rp 5.000 per kilogram ucap salah soerang petani kedelai
Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dari segi bibit, kualitas kedelai lokal dan importir dari Amerika Serikat serta China sudah kalah. "Saat ditanam tinggi kedelai di China itu bisa mencapai 1,5 meter, sedangkan di Indonesia hanya 30 cm.

3. Pembebasan Masuk Impor Kedelai
     Pemerintah telah membebaskan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.  Kebijakan ini membuat berpengaruh terhadap kedelai lokal karena harus bersaing dengan kedelai impor yang berasal dari Amerika Serikat. Tetapi kebijakan tersebut dinilai hanya menguntungkan importir kedelai dan merugikan petani lokal. Setiap tahun produksi kedelai di Indonesia terus berkurang dan luas areal kedelai menurun rata-rata 4,05 persen per tahun atau turun 65,75 persen selama 20 tahun terakhir. Otomatis produksi turun rata-rata 3,05 pesen per tahun sedangkan pertumbuhan impor naik 13,32 persen per tahun.
Menurut Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menandaskan langkah Pemerintah membebaskan bea masuk impor kedelai sifatnya sementara untuk menambah pasok memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, kebijakan ini diambil dalam upaya melakukan stabilisasi harga.

2.2  Bagaimana Cara Meningkatkan Produktivitas Kedelai Lokal yang Masih Rendah
        Kacang kedelai adalah salah satu sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan, seperti tempe, tahu, dan aneka makanan ringan. Namun, dengan produksi yang rendah mengakibatkan Indonesia harus memenuhinya dengan kedelai impor. Menurut catatan Badan Pusat Statistik pada tahun 2011, impor kedelai mencapai 2,08 juta ton. Kondisi ini menempatkan kedelai sebagai penghuni daftar panjang produk impor Indonesia. Kedelai ini pada awalnya ditanam pada lahan pasang surut seluas 0,25 hektar yang dapat menghasilkan 4,63 ton biji kering per hektar. Selanjutnya kedelai ditanam secara massal pada lahan seluas 2,5 hektar, dan petani masih mampu menghasilkan pada kisaran 2,75 hingga 3,38 ton per hektar. Produktivitas kedelai di lahan pasang surut ini tergolong tinggi, karena biasanya jika ditanam dengan sistem budidaya kering hanya mampu menghasilkan 0,8 ton per hektar. Hal ini menjadi masalah tersendiri ketika menghadapi kenyataan bahwa di satu sisi Indonesia masih impor kedelai cukup tinggi, dan di sisi lain ketika riset peningkatan produktivitas itu tersedia, petani tidak berani membudidayakan karena pasarnya kurang.
Cara Meningkatkan Produktivitas Kedelai Lokal yang Masih Rendah:
1. Memperluas lahan penanaman kedelai karena dengan memperluas lahan penanaman kedelai maka kita dapat mengurangi impor kedelai dari Amerika Serikat
2. Memberikan subsidi bibit dan pupuk bagi para petani agar dapat meringankan biaya penanaman kedelai
3. Menaikkan harga kedelai atau mensama ratakan harganya dipasaran, agar para petani tidak merasa rugi
4. Tanamkanlah pada diri kita sendiri bahwa buatan dalam negeri itu lebih baik kedelai – kedelai yang dihasilkan oleh petani dalam negeri berkualitas baik tapi tidak didukung dengan subsidi bibit dan pupuk yang berkualitas baik

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
        Konsumsi kedelai di Indonesia sangatlah tinggi tetapi tidak di imbangi dengan ketersediaan kedelai itu sendiri, sehingga Indonesia masih harus mengimpor kedelai untuk memenuhi kebutuhan akan kedelai yang tinggi. Selain itu ketersediaan lahan penanaman kedelai masih kurang sehingga belum cukup memenuhi kebutuhan akan kedelai, dan para petani yang masih enggan menanam kedelai karena merasa bahwa kurang menguntungkan bila menanam kedelai.
3.2 Saran
       Sebaikanya pemerintah memberikan subsidi pupuk dan bibit kedelai yang berkualitas kepada para petani, sehingga dapat meringankan biaya para petani dalam menanam kedelai. Dan sebaiknya pemerintah memberikan penyuluhan lebih kepada para petani yang enggan menanam kedelai karena merasa keuntungannya tidak sebanding bila mereka menanam tanaman lain.





Daftar Pustaka